BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Status Gunung Bromo Waspada Level II - Rekomendasi PVMBG Radius Aman 1 Km dari Kawah Gunung Bromo - Waspada Angin Kencang Dampak Musim Pancaroba Menuju Awal Musim Penghujan - Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!

AWAL MUSIM HUJAN, DIHIMBAU MASYARAKAT TETAP WASPADA TERHADAP BENCANA HIDROMETEOROLOGI

AWAL MUSIM HUJAN, DIHIMBAU MASYARAKAT TETAP WASPADA TERHADAP BENCANA HIDROMETEOROLOGI

PROBOLINGGO – Terpatau sejak akhir tahun pada Bulan Desember 2018 hingga saat ini musim hujan di Kabupaten Probolinggo hampir merata dengan intensitas sedang hingga deras, walaupun pada daerah tertentu masih mengalami hari tanpa hujan yang panjang. Awal musim hujan saat ini lebih ekstrem karena disertai dengan angin kencang. Berikut rincian kejadian dampak awal musim hujan sejak Desember 2018,

  1. 04 Desember 2018 Angin Kencang di Ds Patemon, Pakuniran
  2. 04 Desember 2018 Angin Kencang di Ds Ranon, Pakuniran
  3. 04 Desember 2018 Tanah Longsor di Ds Ledokombo, Sumber
  4. 05 Desember 2018 Angin Kencang di Ds Sumberdawe, Maron
  5. 09 Desember 2018 Angin Kencang di Ds Pondok Kelor, Paiton
  6. 10 Desember 2018 Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Ds Andungbiru, Tiris
  7. 10 Desember 2018 Tanah Longsor di Ds Sariwani, Sukapura
  8. 10 Desember 2018 Angin Kencang di Ds Brabe, Maron
  9. 13 Desember 2018 Angin Kencang di Ds Gending, Gending
  10. 17 Desember2018 Angin Kencang di Ds Clarak, Leces
  11. 18 Desember 2018 Tanah Longsor di Ds Sapih, Lumbang
  12. 22 Desember 2018 Angin Kencang di Ds Pedagangan, Tiris
  13. 23 Desember 2018 Tanah Longsor di Ds Andungbiru, Tiris
  14. 29 Desember 2018 Banjir di Ds Mojolegi, Gading
  15. 31 Desember 2018 Laka Air di Ds Guyangan Krucil
  16. 01 Januari 2019 Angin Kencang di Ds Lumbang, Lumbang
  17. 01 Januari 2019 Angin Kencang di Ds Clarak, Leces

“di awal musim penghujan ini sedikitnya 17 kejadian sejak Bulan Desember tercatat sebagai dampak bencana hidrometeorologi. Kronologis kejadian rata rata disebabkan oleh kondisi iklim dan cuaca di awal musim penghujan yang disertai dengan angin kencang” ujar Eko, personil TRC PB yang menegaskan.

Beberapa kejadian tersebut tentu berdampak pada beberapa hal diantaranya adanya korban, rusaknya infrastruktur dan fasilitas umum serta kerugian secara material yang dialami oleh masyarakat terdampak. Pada kejadian angina kencang beberapa terjadi di pinggir jalan yakni berdampak pada pohon tumbang yang mengganggu arus lalu lintas, namun beberapa kejadian angin kencang juga merusak rumah milik warga seperti yang terjadi pada 01 Januari 2018 di Ds Lumbang, Lumbang. Beberapa rumah harus mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat terjangan angin kencang.

Sedangkan bencana tanah longsor beberapa terjadi di tebing tepi jalan sehingga akses jalan terhambat sebagian namun saat ini telah dilaksanakan pembersihan seperti yang terjadi di Sariwani dan Ledokombo. Kejadian banjir juga demikian menggenangi beberapa rumah warga dan merusak lahan. “berbeda dengan kejadian yang lain, dari beberapa yang tercatat diatas kejadian yang memiliki dampak terparah adalah kejadian Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Ds Andungbiru pada 10 Desember 2018. Selain merusak rumah warga, infrastruktur dan fasilitas umum juga menelan korban yakni 2 orang meninggal dunia terseret banjir dan tertimbun longsor.” Tambah salah seorang personil Pusdalops PB.

Hingga saat ini masih dilaksanakan proses pemulihan dampak kejadian di Ds Andungbiru. Beberapa permukiman direncanakan akan direlokasi terutama yang terdapat pada daerah risiko bencana tinggi. Selain itu sebagai upaya jangka panjang akan diajukan normalisasi sungai dan reboisasi bersama OPD terkait yang berwenang. “Melihat kondisi yang demikian dihimbau bagi masyarakat untuk selalu waspada terutama apabila terpantau kondisi berpotensi bencana. Kedepan diharapkan masyarakat mampu menumbuhkan budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari hari. Sehingga paradigma kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana akan dapat berjalan lebih optima.” Tegaskan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

 

 

 

Salam Tangguh Bencana!

PUSDALOPS PB
BPBD Kabupaten Probolinggo