BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • WASPADA CUACA FLUKTUATIF ! "Info Cucaca Probolinggo" http://infocuaca.id/probolinggo . STATUS BROMO WASPADA RADIUS AMAN 1 KM !

Bromo Siaga, Radius Aman 2,5 Km

Bromo Siaga, Radius Aman 2,5 Km

PROBOLINGGO - Dalam satu bulan terakhir sejak September ini, terpantau tekanan Gunung Bromo lemah, sedang hingga beberapa kali terpantau bertekanan kuat. Visual asap tebal dikeluarkan Gunung Bromo terlihat tak pernah lebih dari 1000 m diatas Kawah Bromo, Dalam pantauan periode 1 hingga 25 September 2016 gempa yang terekam adalah Gempa Tremor menerus yang berkisar 0,5 – 23 mm (dominan 1 – 3 mm), Gempa Hembusan, Gempa Vulkanik Dangkal (VB), dan Gempa Vulkanik Dalam (VA). Sejak 24 September 2016 terjadi peningkatan signifikan jumlah Gempa Vulkanik Dangkal (VB) yang mencapai jumlah 63 kejadian dan kejadian tremor menerus sejak pukul 13:00 WIB. Aktivitas kegempaan, yang didominasi oleh Gempa Vulkanik Dangkal (VB), getaran tremor, dan deformasi yang menunjukkan kecenderungan inflasi. “melihat kondisi tersebut ancaman erupsi magmatik berupa abu dan lontaran material pijar bisa terjadi sampai radius 2,5 Km” Ujar pengamat gunung api Bromo.

Berdasarkan data pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, dan potensi bahaya erupsi maka tingkat aktivitas Gunung Bromo dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA ) terhitung 26 September 2016 Pukul 06:00 WIB oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Tingkat aktivitas Gunung Bromo akan dinaikan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas yang dipantai secara intensif oleh ahli gunungapi dari PVMBG. Berkaitan dengan peningkatan status Gunung Bromo BPBD Kabupaten Probolinggo akan berkoordinasi dengan ahli gunungapi (PVMBG), TNBTS, TNI, POLRI, Pemerintah setempat dan masyarakat sekitar sebagai upaya kesiapsiagaan.

Selasa, 27 September 2016 BPBD bersama pihak terkait telah mengaktifkan “Posko Terpadu” guna pemantauan peningkatan aktivitas Gunung Bromo yang berfluktuatif. Sebagai upaya lanjutan, BPBD Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan PVMBG dan pihak terkait untuk mematuhi beberapa rekomendasi dari PVMBG yakni bagi masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak beraktifitas diradius 2,5 Km dari Kawah Bromo.

Masyarakat di sekitar Gunung Bromo diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Bromo, dan tetap waspada. Jika terjadi erupsi yang disertai hujan abu (bergantung besar dan arah angin), masyarakat agar menyiapkan/ menggunakan masker penutup hidung dan pelindung mata.  Selain itu bagi para pengunjung/ wisatawan/pendaki dapat menikmati beberapa destinasi alternatif Kawasan Bromo diluar radius 2,5 Km seperti di Seruni Point, Cemorolawang, dan Mentigen. (pb/vd)

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo