BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Tetap Jaga Kesehatan, Gunakan Masker, Jaga Jarak dan Terapkan Protokol Kesehatan dalam Beraktivitas. Selalu Waspada, Gunakan Air Seperlunya - Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!

Bulan Agustus, Lima Kejadian Bencana Di Kabupaten Probolinggo

Bulan Agustus, Lima Kejadian Bencana di Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO – Berdasarkan hasil rekap kejadian bencana Pusdalops PB kondisi curah hujan pada bulan agustus terpantau rendah, namun terpantau beberapa kali turun hujan dampak dinamika atmosfer. Terdapat 18 titik panas pada bulan ini yang terdeteksi di Wilayah Kuripan, Maron, Leces, Tegalsiwalan, Dringu, Bantaran, Tongas dan Gending. Kondisi tinggi gelombang berkisar antara 0,3 hingga 1,08 meter. Kecepatan angin rata rata 21,18 Knot atau 42 Km/Jam. Kondisi Gunung Api Bromo Waspada Level II dengan rekomendasi Pengunjung/ Masyarakat/ Wisatawan dihimbau untuk tidak beraktivitas diradius 1 Km dari Kawah Gn. Bromo. Pengunjung/ Masyarakat/ Wisatawan agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala gejala vulkanik yang jelas. Sedangkan kondisi Gunung Api Lamongan Normal.

Tercatat pada Bulan Juni terjadi 5 kejadian bencana, 4 bencana alam dan 1 kejadian bencana non alam. Bencana alam yakni angin kencang dan kekeringan yang terjadi sejak bulan juli lalu. Sedangkan bencana non alam yakni pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan April di Wilayah Probolinggo. Pada bulan ini kejadian angin kencang mendominasi yakni sebanyak 3 kejadian yang tersebar di Kecamaan Kotaanyar, Leces dan Bantaran (data terlampir). Menurut informasi dari BMKG angin kencang yang terjadi pada beberapa waktu terakhir ini dipengaruhi oleh adanya dinamika atmosfer yakni terdapat perbedaan tekanan udara tinggi di Austrlia (1030 mb) dengan Siklon Tropis “BAVI” (950 mb). Kondisi tersebut umumnya menyebabkan peningkatan kecepatan angin di Wilayah Jawa Timur.(Sumber: https://www.instagram.com/ infobmkgjuanda/).Kejadian angin kencang mengakibatkan terhambatnya lalu lintas, beberapa rumah warga dan infrastruktur rusak akibat tertimpa pohon. Tidak ada korban dalam kejadian angin kencang. Pusdalops PB berkoordinasi dengan pihak terkait. TRC PB melakukan assessment, identifikasi dan pembersihan dampak kejadian angin kencang.

Selain Angin Kencang pada bulan ini terdapat kejadian kekeringan di Dusun Runggeng Desa Gununggeni Kecamatan Banyuanyar. Sebelumnya kejadian kekeringan terjadi di Wilayah Gading pada bulan juli lalu. Hal ini sesuai permohonan dari pemerintah desa setempat terkait permintaan distribusi air bersih. Pada tanggal 18, 28 dan 31 Agustus 2020 telah dilaksanakan distribusi air bersih sebanyak 36.000 liter di RT 12, 13 dan 14 RW 1 yang dapat dimanfaatkan oleh sekitar 394 KK atau 844 Jiwa penduduk. Penyebab terjadinya krisis air bersih yakni kurang optimalnya infrastruktur (jaringan pipa), selain itu volume sumber air yang mulai berkurang.

Kemudian selain kejadian bencana alam, pada bulan ini juga masih terjadi bencana non alam yakni merebaknya Pandemi Covid-19. Seperti yang telah di ketahui bersama bahwa sejak 10 April 2020 terdapat kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan hasil rekap pada 31 Agustus 2020, jumlah kasus terdiri atas 29 Suspect, 5 Probable dan 39 Discarded. Serta 452 Positif Covid-19 dengan rincian 81 dirawat, 351 sembuh dan 21 meninggal dunia.

Terpantau pada bulan sebelumnya terdapat 229 kasus positif, hal ini berarti dalam kurun waktu satu bulan terdapat tambahan 223 kasus positif tambahan (Sumber: Data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo). Pusdalops PB berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Beberapa kegiatan seperti distribusi logistik ke pihak desa, kecamatan dan OPD telah dilaksanakan termasuk optimalisasi kegiatan masing masing gugus tugas. Pada Bulan Juni ini Satgas Covid-19 juga menerima beberapa bantuan dari lembaga/CSR/pihak luar.

Kejadian bencana tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari hari serta tidak diketahui kapan dan dimana akan terjadi. BPBD menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Selalu memantau kondisi dan informasi yang berkaitan dengan peringatan dini dan kebencanaan. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Memperhatikan kondisi drainase dan pepohonan yang rawan tumbang disekitar tempat tinggal serta mulai menerapkan new normal sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19. (vd/pb)

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo