BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071/

PERINGATAN DINI
  • Waspada Angin Kencang di Musim Kemarau! Kenali BAHAYAnya, Kurangi RISIKOnya! Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah!

Cuaca Ekstrim Terjadi Di Probolinggo

Cuaca Ekstrim Terjadi di Probolinggo

Jumat, 27 Mei 2016 Hujan deras dengan intensitas cukup tinggi disertai angin cukup kencang terjadi mengguyur menyebar hampir diseluruh Wilayah Kabupaten Probolinggo. Berikut gambaran radar cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda Surabaya tentang radar hujan pada hari Jumat sejak pukul 12.40 WIB hingga 21.00 WIB.  Berdasarkan radar, hujan disertai angin kencang dan petir terjadi sejak pukul 15.30 WIB dan memuncak pada pukul 16.40 WIB dan mulai mereda pada pukul 18.40 WIB secara perlahan. Hal ini biasa disebut dengan Cuaca Ekstrim. Cuaca ekstrim adalah fenomena meteorologi yang ekstrim dalam sejarah (distribusi), khususnya fenomena cuaca yang mempunyai potensi menimbulkan bencana, menghancurkan tatanan kehidupan sosial, atau yang menimbulkan korban jiwa manusia. Seiring cuaca ekstrim dan hujan lebat banyak terjadi beberapa kejadian yang berdampak merugikan sehingga mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat seperti Banjir, Longsor dan Angin kencang. Hujan lebat disertai angin menyebabkan sebuah travo meledak dan beberapa wilayah disekitarnya terpaksa harus dipadamkan. Selain itu banjir genangan terjadi di beberapa titik seperti salah satunya di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo yang disebabkan oleh peningkatan debit air sungai sehingga volume sungai tidak mampu menampung air dan terjadilah luapan. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban namun hanya menggenangi beberapa permukiman disekitarnya. Selanjutnya terjadi Banjir Kiriman di Desa Tanjungrejo dan Desa Sumendi Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo, Banjir terjadi akibat volume air sungai meningkat sebagai kiriman dari sungai yang berada diatasnya seperti dari Desa Pamatan, Kecamatan Tongas maupun dari Desa Lumbang Kecamatan Lumbang. Beberapa waktu Banjir kiriman sempat menjadi banjir genangan dengan ketinggan kurang lebih 30 cm. Dalam kejadian ini tidak ada korban namun hanya mengganggu aktivitas lalu lintas yang berada disepanjang jalan Desa Tanjungrejo serta menggenangi beberapa permukiman warga. Kejadian yang hampir sama juga terjadi di Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih dan Kecamatan Dringu. Keadaan cuaca ekstrim yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2016 di Kabupaten Probolinggo tidak hanya menyebabkan terjadinya banjir namun sempat terjadi  amblesan tanggul jalan pada pukul 21.00 WIB di Dusun Patemon Desa Gunggungan Kidul Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo, kejadian tersebut disebabkan karena terkikisnya arus sungai yang sangat deras. Selain itu dampak hujan lebat di Kabupaten Probolinggo, keesokan harinya diketahui sebuah tanggul penahan air bah jebol yang berlokasi di Dusun Krajan, selatan Balai Desa Gondosuli Kecamatan Pakuniran. Untuk korban dalam kejadian tersebut nihil namun sebuah jembatan penghubung mengalami kerusakan.

Disisi lain intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang pada hari itu berdampak pada terjadinya pohon tumbang di Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan yang berdampak pada rusaknya sebuah bangunan gazebo. Selain itu dampak cuaca ekstrim juga menyebabkan alirah sungai dengan debit yang tinggi di Kecamatan Pajarakan merusak sebuah Jembatan di Desa Bucorwetan, Padjarakan. Cuaca ekstrim yang terjadi pada 27 Mei 2016 dengan intensitas curah hujan sangat tinggi yang terjadi secara merata hampir diseluruh wilayah Kabupaten Probolinggo berdampak cukup banyak pada beberapa kejadian yang merugikan seperti banjir, longsor dan angin kencang yang terjadi secara bersamaan. Pada kejadian tersebut BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan evakuasi observatif dilokasi titik kejadian dengan menyebar personil Tim Reaksi Cepat (TRC PB) di beberapa titik kejadian. Sebagai upaya lanjutan BPBD Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan masyarakat dan lembaga terkait sebagai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi disetiap kejadian tersebut. Kejadian cuaca ekstrim tersebut juga telah di share oleh BMKG Jawa Timur. (pb/vd)