BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Waspada Angin Kencang Awal Musim Kemarau! Hidup Sinergi, Menjaga Lingkungan. Gunakan Air Secukupnya! Kenali BAHAYAnya, Kurangi RISIKOnya! Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah, Segera Menjauh Apabila Terpantau Peningkatan Aktivitas Gunung Api! Salam Tangguh Bencana! #SuapUntukSelamat #BudayaSadarBencana

HARI KESIAPSIAGAAN BENCANA “Siaga Bencana Dimulai Dari Diri Kita, Keluarga Dan Komunitas”

HARI KESIAPSIAGAAN BENCANA  “Siaga Bencana dimulai dari Diri Kita, Keluarga dan Komunitas”

PROBOLINGGO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkampanyekan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana dengan tema “Siaga Bencana dimulai dari Diri Kita, Keluarga dan Komunitas.” Hal tersebut diwujudkan BNPB dan berbagai pihak secara terpisah, seperti masyarakat, organisasi masyarakat, dunia usaha dan pelaku penanggulangan lain. Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun ini BNPB mengajak berbagai pelaku penanggulangan bencana untuk melaksanakan beberapa kegiatan sebagai peringatan HKB 2018. Beberapa kegiatan diantaranya Uji Sirine/ peringatan dini bahaya lainnya, Menyelamatkan Diri, Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul/tempat evakuasi sementara. BPBD Kabupaten Probolinggo melalui Himbauan Bupati Probolinggo merelease pemberitahuan agar seluruh pelaku penanggulangan bencana di Kabupaten Probolinggo agar menyelenggarakan salah satu dari kegiatan diatas sebagai pasrtisipasi memperingati HKB 2018 yang kemudian akan di inventarisir melalui website HKB 2018. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak pada hari ini (26/4), pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Kegiatan dengan tagline #SiapUntukSelamat ini sebagai momentum bersama untuk mensosialisasikan bahwa penguasaan pengetahuan oleh diri sendiri tersebut sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dalam penyelamatan dari risiko bencana. Dalam konteks diri sendiri sebagai faktor keselamatan, BNPB menggagas hari ini sebagai upaya mewujudkan sebuah kebijakan jangka menengah sehingga Presiden Republik Indonesia menetapkan dan menyerukan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional dimana seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, organisasi non-pemerintah, dunia usaha dan setiap warga negara untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana di seluruh daerah. Kegiatan hari ini merupakan langkah penting untuk mengedukasi setiap warga negara bahwa masyarakat Indonesia berada di kawasan rawan bencana.

Tepat pada 26 April 2017 Pukul 10.00 WIB sesuai instruksi BNPB, Beberapa pelaku penanggulangan bencana di Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan HKB diantaranya :

  1. Stikes Hafshawaty Genggong menyelenggarakan Simulasi Mandiri Bencana Gempa Bumi
  2. PT POMI menyelenggarakan Simulasi Penyelamatan Diri dan Kebakaran
  3. PT PJB menyelenggarakan Simulasi Penyelematan Dini dan Kebakaran
  4. RSU Wonolangan menyelenggarakan Uji Sirine Peringatan Dini
  5. Dinas Pendidikan melalui beberapa sekolah menyelenggarakan Simulasi Mandiri
  6. Dinas Kesehatan melalui beberapa puskesmas dan RSUD menyelenggarakan Uji Sirine Peringatan Dini
  7. Pramuka Kabupaten Probolinggo melaksanakan Simulasi Mandiri

BPBD melakukan pendampingan kegiatan HKB salah satunya di Stikes Hafshawaty Genggong.  Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika di Lingkungan Stikes Hafshawaty. Konstruksi Stikes yang berada hingga lantai 3 menjadi alasan bagi pihak Stikes untuk melaksanakan simulasi bencana gempa bumi, selain itu di wilayah Stikes bukan termasuk daerah yang aman. Dalam Peta Risiko Bencana Kabupaten Probolinggo wilayah tersebut termasuk daerah Risiko Bencana Gempa Bumi.

“Menanamkan rasa kesiapsiagaan jauh lebih berharga dari pada hanya sibuk berfikir menyelamatkan korban dari bencana, karena yang sulit bukan itu tetapi menggugah hati masyarakat untuk sadar terhadap bencana” Ujar Khusaeri salah seorang dosen Stikes yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Wilayah Jawa Timur.

Kegiatan berjalan selama kurang lebih 15 menit. Sirine dibunyikan dan seluruh penduduk sekolah menyelamatkan diri, berlari menuju titik kumpul. Beberapa tim yang telah dibentuk seperti tim penyelamat menyisir lokasi terdampak dan menyelamatkan korban yang masih berada di gedung Stikes. Selanjutnya menuju titik shelter yang terletak tidak jauh dari lokasi titik kumpul. Berada pada tenda darurat milik BPBD salah seorang relawan menghibur mahasiswa dengan harapan mereka tidak mengalami trauma dan shock setelah mengalami keadaan genting serta pihak kesehatan mengevakuasi korban dalam kejadian tersebut. Hingga kondisi dinyatakan benar benar aman, seluruhnya dapat kembali mengamankan barang yang tertinggal dan tidak beraktivitas di Gedung Stikes terutama pada bagian bagian yang berpotensi roboh.

Kegiatan dilaksanakan kurang lebih selama 30 menit. Selesai itu Kepala Pelaksana BPBD mengevaluasi jalannya kegiatan simulasi mandiri dan memberikan masukan terkait ketepatan, kecepatan dan akurasi penyelamatan diri ketika terjadi bencana. “Kegiatan ini selain dilaksanakan sebagai partisipasi kegiatan HKB diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan pendidikan dasar yang dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sehingga dalam kondisi terjadi bencana seseorang dapat mengerti dan memahami sikap menyelamatkan diri dengan tepat. Kemudian dapat menumbuhkan rasa dan sikap tangguh bencana sebagai masyarakat Kabupaten Probolinggo” Ujar Ir Anung, Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo

 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo