BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Status Gunung Bromo Waspada Level II - Rekomendasi PVMBG Radius Aman 1 Km dari Kawah Gunung Bromo - Waspada Krisis Air Bersih Dampak Musim Kemarau Panjang, Gunakan Air Seperlunya! Salam Tangguh Salam Kemanusiaan!

Lagi, Pupuk #BudayaSadarBencana Melalui Pendidikan

Lagi, Pupuk #BudayaSadarBencana Melalui Pendidikan

PROBOLINGGO - Indonesia berada di area Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik yang merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya (5-6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika. Berikutnya adalah Mid-Atlantic Ridge.

Karena kondisi tersebut Indonesia adalah negara yang indah dan memiliki kekayaan sumber daya hayati yang beraneka ragam namun seiring hal tersebut juga memiliki indeks risiko bencana yang cukup tinggi. Sehingga Kita harus sadar bahwa Kita harus hidup berdampingan dengan potensi bencana dan mulai menerapkan Budaya Sadar Bencana.  Karenanya sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo dan Kepala BNPB, Doni Monardo bahwa masyarakat layak mendapatkan edukasi kebencanaan sejak dini. Bencana bukan hanya menjadi Pemerintah saja, namun masyarakat, lembaga usaha, akademisi dan media turut serta dalam penyelenggaraan pnanggulangan bencana.

Hari ini Kamis, 29 Agustus 2019 Sdr Aries Setyawan (Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD) berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar kebencanaan di Kabupaten Probolinggo pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) Stikes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong Tahun Akademik 2019/2020. Sebelumnya pada awal tahun ajaran baru beberapa sekolah telah melibatkan BPBD dalam memberikan edukasi kebencanaan melalui kegiatan Pengenalan Lingkungan Pada Siswa Baru seperti SMAN 1 Tongas, SMPN 1 Dringu, SMKN 1 Gending, SMAN 1 Kraksaan kali ini dilanjutkan di kalangan mahasiswa.

“dari dua belas ancaman bencana di Indonesia, sembilan diantaranya sering terjadi di Kabupaten Probolinggo seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, kebakaran hutan dan lahan, letusan gunung api, gempa bumi dan kekeringan.” Ujar Aries menyampaikan ancaman bencana di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini berlangsung selama 60 menit, sekitar 350 mahasiswa baru mengikuti dengan khidmat dan aktif bertanya. Bahkan di penghujung kegiatan para mahasiswa menyanyikan lagu Mars Tangguh secara bersamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum mengenalkan potensi bencana dan bagaimana mempersiapka upaya upaya mitigasi bencana khususnya di Kabupaten Probolinggo. Selain itu diharapkan melalui mahasiswa baru ini dapat memupuk #BudayaSadarBencana dalam kehidupan baik di lingkungan pendidikan maupun sehari hari. (vb/pb)

 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo