BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Status Gunung Bromo Waspada Level II - Rekomendasi PVMBG Radius Aman 1 Km dari Kawah Gunung Bromo - Waspada Angin Kencang Dampak Musim Pancaroba Menuju Awal Musim Penghujan - Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!

Pelatihan Mitigasi Dan Simulasi Bencana Di Desa Sariwani Kecamatan Sukapura Inisiasi Mahasiswa UIN S

Pelatihan Mitigasi dan Simulasi Bencana di Desa Sariwani Kecamatan Sukapura Inisiasi Mahasiswa UIN S

SARIWANI – Pada Rabu – Kamis, 23 – 24 Oktober 2019 BPBD mengisi kegiatan Pelatihan Mitigasi dan Simulasi Bencana di Desa Sariwani Kecamatan Sukapura. Kegiatan tersebut diinisiasi sebagai bentuk pengabdian masyarakat oleh Mahasiswa PPL Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Melalui kegiatan tersebut mereka berharap kedepan Desa Sariwani dapat menjadi Desa Tangguh Bencana.

Menurut mereka berdasarkan hasil dari wawancara bersama masyarakat sekitar, beberapa kejadian bencana yang pernah terjadi di Desa Sariwani yakni Tanah Longsor, Angin Kencang dan Dampak Erupsi Gunung Bromo. Sehingga mnurut mereka menjadi penting bagi masyarakat untuk mengenali potensi bencana dan memahami upaya penanggulangannya. Memang berdasarkan hasil kajian Pemetaan Daerah Risiko Bencana pada Tahun 2018, Desa Sariwani memiliki beberapa potensi bencana seperti tanah longsor, gempa bumi, letusan gunung api, kebakaran hutan dan lahan serta cuaca ekstrem dan angin kencang.

Dalam kegiatan ini Sdr. Aries Setyawan, Staff Kedaruratan Bidang Kedaruratan dan Logistik selaku narasumber dari BPBD menyampaikan materi tentang pengenalan potensi bencana khususnya di Desa Sariwani dan indikator Desa Tangguh Bencana sesuai dengan topik yang telah ditentukan oleh Mahasiswa PPL.  Kegiatan diikuti oleh Pemerintah Desa dan Masyarakat setempat. Peserta juga aktif bertanya tentang peringatan dini dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“saya berharap melalui kegiatan yang seperti ini diharapkan masyarakat Desa Sariwani mampu mengenali potensi bencana dilingkungan sekitar serta memahami upaya upaya mitigasi bencana” Ujar Kepala Desa Sariwani ketika Pembukaan kegiatan Pelatihan. Selain itu beliau juga berpesan agar dalam mengikuti pelatihan agar betul betul memperhatikan sehingga Desa Sariwani dapat menjadi desa yang mandiri dan masyarakat dapat memahami peran terutama dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Setelah pada hari Rabu dilaksanakan Pelatihan didalam ruangan, kegiatan dilaksanakan pada esok harinya yakni Simulasi Bencana Tanah Longsor. “Melihat morfologi dan catatan kejadian di Desa Sariwani intensitas kejadian tanah longsor cukup sering terjadi meski sejauh ini dampak tanah longsor lebih sering menimpa infrastruktur seperti jalan utama desa” Ujar Aries ketika berdiskusi tentang penentuan alur simulasi.

Meski demikian melihat beberapa permukiman yang terdapat pada daerah yang terjal masyarakat sebaiknya memahami upaya mitigasi bencana baik tanah longsor maupun potensi bencana yang lain, imbuhnya. Kegiatan simulasi diikuti oleh masyarakat, pemerintah desa dan petugas dari Polindes, mulai dari briefing awal tentang alur simulasi, peringatan dini hingga arah evakuasi. Melalui kegiatan simulasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran secara nyata tentang apa yang harus dilakukan ketika terjadi tanah longsor dan kemana harus pergi serta melalui kegiatan ini masyarakat juga dapat menerapkan pengetahuan yang sebelumnya telah diperoleh pada materi tentang Mitigasi dan Desa Tangguh Bencana.  (vd/pb)

 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo