BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah. Waspada Angin Kencang di Awal Musim Kemarau, Gunakan Air Secukupnya. Kenali BAHAYAnya Kurangi RISIKOnya - Salam Tangguh Bencana! #SiapUntukSelamat #BudayaSadarBencana #KitaJagaALAMJagaKita

RAPAT KOORDINASI PEMBAHASAN RENCANA KONTINJENSI ERUPSI GUNUNG BROMO

RAPAT KOORDINASI  PEMBAHASAN RENCANA KONTINJENSI ERUPSI GUNUNG BROMO

PROBOLINGGO – Kontinjensi adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi. Rencana Kontinjensi adalah suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontinjensi atau yang belum tentu tersebut. Suatu rencana kontinjensi mungkin tidak selalu pernah diaktifkan, jika keadaan yang diperkirakan tidak terjadi. Rencana kontinjensi lahir dari proses perencanaan kontinjensi.

Proses perencanaan tersebut melibatkan sekelompok orang atau organisasi yang bekerjasama secara berkelanjutan untuk merumuskan dan mensepakati tujuan-tujuan bersama, mendefinisikan tanggung jawab dan tindakan-tindakan yang harus diambil oleh masing-masing pihak. Rencana kontijensi disusun dalam tingkat yang dibutuhkan. Perencanaan kontinjensi merupakan pra-syarat bagi tanggap darurat yang cepat dan efektif. Tanpa perencanaan kontinjensi sebelumnya, banyak waktu akan terbuang dalam beberapa hari pertama menanggapi keadaan darurat tersebut. Perencanaan kontinjensi akan membangun kapasitas sebuah organisasi dan harus menjadi dasar bagi rencana operasi dan tanggap darurat.

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Timur tepatnya secara administrasi terletak di Kabupaten Probolinggo. Selama ini beberapa kali Gunung Bromo mengalami erupsi dan berdampak kepada kehidupan dan penghidupan di wilayah sekitarnya. Pada tahun 2014 Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD telah menyusun Rencana Kontinjensi Gunung Bromo. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa sesuai hasil pantauan PPGA Bromo bahwa dalam sepekan terakhir aktivitas Bromo mengalami penginkatan, hari ini Rabu, 27 Maret 2019 dilaksanakan Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Kontinjensi Gunung Bromo bersama dengan OPD terkait, Balai Besar TNBTS, Pos Pengamat Gunung Api Bromo, serta Komunitas dan Organisasi terkait.

“Pembahasan rencana kontinjensi ini sangat diperlukan mengingat kondisi kapasitas dan sumber daya saat ini tentu berbeda dengan kondisi ketika renkon disusun. Sehingga perlu pembahasan antar pihak terkait guna menyesuaikan prosedur didalam renkon dengan kondisi terkini” Ujar Iskandar, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD.

Dokumen renkon berperan penting sebagai pedoman penanganan bencana erupsi Gunung Bromo pada saat tanggap darurat bencana yang cepat dan efektif serta sebagai dasar mobilisasi sumber daya para pelaku kepentingan (stakeholder) yang mengambil peran dalam menyusun rencana kontinjensi. Kemudian dapat dimanfaatkan sebagai prosedur tetap yang merupakan gambaran terstruktur dan tertulis tentang langkah-langkah yang telah disepakati bersama oleh seluruh institusi pelaksana tentang siapa melakukan apa, saat kapan, dimana, dan bagaimana pelaksanaannya. Prosedur dibutuhkan saat pelaksanaan suatu kegiatan terdiri dari berbagai institusi yang memiliki wewenang sendiri-sendiri dan kegiatan tersebut menuntut waktu yang singkat untuk ditanggapi, tambah Iskandar.

Sebagai hasil dari Rapat Koordinasi Pembahasan Renkon Erupsi Gunung Bromo setelah ini akan dilaksanakan riview khususnya terkait kebutuhan prakiraan dampak yang disesuaikan dengan kapasitas dan kondisi saat ini. BPBD akan melaksanakan pemetaan riview seperti penggunaan lahan, jumlah penduduk, jumlah kelompok rentan, jumlah ternak dsb terutama di daerah yang termasuk dalam Kawasan Risiko Bencana Erupsi Gunung Bromo. Tentunya data yang dibutuhkan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. (pdo/vd)

 

 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo