BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Status Gunung Bromo Waspada Level II - Rekomendasi PVMBG Radius Aman 1 Km dari Kawah Gunung Bromo - Waspada Angin Kencang Dampak Musim Pancaroba Menuju Awal Musim Penghujan - Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!

Release BMKG : Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kekeringan

Release BMKG : Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kekeringan

JAKARTA –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau bahwa sejumlah wilayah di Indonesia saat ini mengalami kekeringan diantaranya Sumedang, Gunung Kidul, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, Tuban, Pasuruan dan Pamekasan. Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga tanggal 30 Juni 2019, terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrem.

Dari hasil analisis BMKG, teridentifikasi adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain:

AWAS (telah mengalami HTH >61 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20>70%)

1. Jawa Barat (Bekasi, Karawang dan Indramayu)

2. Jawa Tengah (Karanganyar, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Semarang,

    Semarang, dan Wonogiri)

3. Sebagian besar Jawa Timur

4. DIY (Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Sleman)

5. Bali (Buleleng)

6. Nusa Tenggara Timur (Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Belu)

7. Nusa Tenggara Barat (Bima, Kota Bima, Lombok Timur, Sumbawa dan Sumbawa Timur)

 

SIAGA (telah mengalami HTH >31 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20>70%)

1. Jakarta Utara

2. Banten (Lebak, Pandeglang, dan Tangerang)

 

WASPADA (telah mengalami HTH >21 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20>70%)

1. Aceh (Aceh Besar, Pidie kan Bireuen)

2. Jambi (Merangin, Batanghari dan Bengkayang)

3. Lampung (Way Kanan)

4. Kalimantan Tengah (Pulangpisau)

5. Kalimantan Barat (Bengkayang)

6. Sulawesi Selatan (Bantaeng, Selayar, dan Takalar)

 

Selain itu monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah, 37% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 63% wilayah masih mengalami musim hujan.

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi Aceh bagian Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Pulau Jawa dan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan bagian Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur bagian Selatan, Maluku, dan Papua bagian Selatan.

Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan. Potensi curah hujan tinggi diindikasikan terjadi disejumlah wilayah antara lain:

 

SIAGA (Prakiraan Curah Hujan > 200 mm dalam 10 hari dengan peluang >70%)

1. Sulawesi Tengah (Morowali, Banggai, dan Tojounauna)

2. Papua (Yahukimo, Pegunungan Bintang, Asmat, Mimika, Jayawijaya, Nabire, dan Paniai)

 

Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada:

- Sektor pertanian dengan sistem tadah hujan.

- Pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih).

- Peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran.

 

 

 

 

Deputi Bidang Klimatologi

Drs. Herizal, M.Si