BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071/

PERINGATAN DINI
  • Waspada Angin Kencang di Musim Kemarau! Kenali BAHAYAnya, Kurangi RISIKOnya! Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah!

Sambut Awal Musim Kemarau 2017 ENAM DESA, Butuh Bantuan Distribusi Air

Sambut Awal Musim Kemarau 2017 ENAM DESA, Butuh Bantuan Distribusi Air

PROBOLINGGO – Sesuai dengan PERS RELEASE BMKG, Untuk wilayah Sumatera awal musim kemarau terjadi pada Mei-Juni; di wilayah Bali dan NTT terjadi pada Juni-Juli; sementara untuk wilayah Maluku dan Papua musim kemarau terjadi antara Mei-Agustus. Sedangkan, untuk wilayah Jawa Musim kemarau terjadi pada April di wilayah Jatim antara Mei-Juni terjadi pada wilayah Jateng-Jabar.

"Untuk Puncak Musim Kemarau 2017 diprakirakan dominan terjadi antara bulan Juli - September 2017, dengan persentase sebesar 85.6 %,"imbuh Prabowo di tengah-tengah penjelasannya tadi siang.” Pers Release BMKG (http://bmkg.go.id)

Namun demikian walaupun Jawa Timur telah memasuki musim kemarau, terpantau kondisi cuaca masih berfluktuatif. Beberapa kali terpantau masih terjadi hujan dibeberapa wilayah di Jawa Timur. Seperti pada akhir Mei hingga awal Juni, Hujan terjadi merata dengan intensitas sedang hingga lebat di Wilayah Jawa Timur termasuk Kabupaten Probolinggo.

Kondisi yang masih terjadi hingga pertengahan Bulan Juni “Hal ini disebabkan sehubungan dengan adanya gangguan cuaca skala regional berupa "Eddy" yang berada di Laut Jawa (Barat Daya Pulau Kalimantan) pada Tanggal 12 Juni 2017 jam 19.00 WIB dan masih hangatnya suhu muka laut di Selat Madura dan Perairan Laut Jawa maka Jawa Timur secara umum dan Surabaya secara khusus di prakirakan masih turun hujan 2 hingga 3 hari kedepan.” PERS RELEASE BMKG Juanda pada 13 Juni 2017.

Walaupun demikian sejak Mei hingga 12 Juni 2017 tercatat laporan bahwa 6 Desa yang terdapat pada 4 Kecamatan di Kabupaten probolinggo mengirim pemberitahuan permintaan bantuan distribusi air bersih kepada BPBD Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan hasil Riview Pemetaan Daerah Rawan Bencana di Kabupaten Probolinggo Tahun 2016 sedikitnya terdapat beberapa Daerah yang berpotensi memiliki Risiko Bencana Kekeringan dengan berbagai faktor fisik seperti kondisi litologi, topografi, klimatologi dan faktor perekonomian daerah. Daerah Risiko Kekeringan di Kabupaten Probolinggo terdapat 7 Kecamatan, 26 Desa Risiko Rendah, 10 Kecamatan, 37 Desa Risiko Sedang dan 13 Kecamatan, 33 desa Risiko Tinggi.

Enam Desa, Empat Kecamatan yang membutuhkan distribusi air bersih diantaranya meliputi,

1.   Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto (2 Dusun)

2.   Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan (3 Dusun)

3.   Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan (8 Dusun)

4.   Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan (3 Dusun)

5.   Desa Gunung Geni, Kecamatan Banyuanyar

6.   Desa Tulupari, Kecamatan Tiris

Sumber : Bidang Kedaruratan dan Logistik (Update data 12 Juni 2017)

Kekeringan yang dialami oleh beberapa desa tersebut termasuk ke dalam kekeringan meteorologis yakni kekeringan yang disebabkan oleh faktor iklim. Sejak Bulan Maret memang kondisi curah hujan di Kabupaten Probolinggo sempat menurun dari bulan bulan sebelumnya. Namun terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya krisis air pada 6 desa tersebut. Diantaranya yakni selain curah hujan berkurang kondisi air bersih terbilang minim, sumber mata air di desa tersebut cukup jauh dan kondisi air tanah cukup dalam sehingga kebutuhan air bersih tidak terpenuhi.

“Hingga saat ini BPBD Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Teknis dan Masyarakat yang termasuk ke dalam Daerah Rawan Kekeringan melaksanakan evaluasi terkait faktor penyebab terjadinya Krisis air didaerah tersebut yang akan dikaitkan dengan kegiatan Dinas Teknis seperti Grand Design maupun Program Kegiatan PDAM Probolinggo” Sapa Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD.

Melihat kondisi tersebut dihimbau bagi pemerintah desa untuk segera tanggap dan mengirim pemberitahuan kepada BPBD jika membutuhkan bantuan distribusi air bersih. Juga dihimbau bagi masyarakat untuk memanfaatkan air bersih sesuai dengan porsinya dan melaksanakan upaya konservatif untuk melestarikan kondisi air didaerahnya. Selain itu untuk segera berkoordinasi terkait faktor penyebab terjadinya krisis air di daerahnya agar segera ada penanganan dari pihak terkait baik struktural maupun non struktural. (pb)

 

 

PUSDALOPS PB

BPBD Kabupaten Probolinggo