BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah. Cuaca Fluktuatif Selalu Waspada dan Berhati Hati. Kenali BAHAYAnya Kurangi RISIKOnya - Salam Tangguh Bencana! #SiapUntukSelamat #BudayaSadarBencana #KitaJagaALAMJagaKita

Siapkan Riview Pemetaan Daerah Risiko Bencana Terbaru Di Kabupaten Probolinggo

Siapkan Riview Pemetaan Daerah Risiko Bencana Terbaru  di Kabupaten Probolinggo

Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan Ibu Kota Kabupaten yang berada di Kraksaan. Kabupaten Probolinggo berada pada Tapal Kuda, Jawa Timur. Kabupaten ini dikelilingi oleh Pegunungan Tengger, Gunung Semeru dan Gunung Argopuro. Wilayah Kabupaten Probolinggo terdiri dari 24 kecamatan dan terbagi menjadi 325 desa dan 5 kelurahan. Secara geografis Kabupaten Probolinggo memiliki batas-batas wilayah administrasi yaitu :

Sebelah Utara       : Selat Madura

Sebelah Timur      : Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Jember

Sebelah Barat       : Kabupaten Pasuruan

Sebelah Selatan    : Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang

 

Kabupaten Probolinggo terletak pada koordinat 1110 50’ – 1130 13’ Bujur Timur dan 70 40’ – 80 10’ Lintang Selatan dengan luas wilayah ± 1.696,16 Km2. Secara geografis, Kabupaten Probolinggo terletak di lereng gunung yang  membujur  dari  Barat  ke  Timur,  yaitu  Gunung Bromo,  Gunung Lamongan dan Gunung Argopuro. Keberadaan gunung-gunung tersebut memberikan dampak positif dan negatif bagi Kabupaten Probolinggo.

 

Sesuai dengan morfologi Kabupaten Probolinggo yang bergunung, berbukit, terjal dan sebagian wilayah merupakan dataran rendah serta lembah menjadikan Kabupaten Probolinggo berpotensi terhadap beberapa risiko bencana. Berdasarkan hasil Kajian Pemetaan Daerah Risiko Bencana yang dilaksanakan oleh BPBD pada Tahun 2014 yang melibatkan OPD terkait, akademisi dan lembaga/komunitas masyarakat, Kabupaten Probolinggo memiliki 6 (enam) ancaman bencana yakni Gunung Meletus (Gunung Bromo dan Gunung Lamongan), Banjir Bandang dan Banjir, Tanah Longsor, Gempa Bumi, Abrasi dan Kekeringan.

 

Pada Tahun 2016 BPBD kembali membuat Kajian Riview Pemetaan Risiko Bencana yang menghasilkan 6 (enam) ancaman bencana yang tidak jauh berbeda dengan Tahun 2014. Namun kini selang beberapa tahun kemudian tercatat Kejadian Bencana di Kabupaten Probolinggo ternyata semakin bertambah bahkan cenderung berbeda dengan 6 (enam) ancaman yang sebelumnya ada sesuai dengan hasil kajian. Tentu hal ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena fenomena dan gejala geosfer yang selalu berubah seiring dengan kondisi perubahan iklim dan kapasitas wilayah yang tentu semakin bertambah. Kejadian tersebut diantaranya adalah Kebakaran Hutan dan Lahan, Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang. Sejak Tahun 2016 beberapa kali tercatat Kejadian Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem yang bahkan berdampak pada Korban hingga meninggal dunia dan beberapa kerusakan infrastruktur.

Kemudian tercatat pula Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan yang terjadi berulang setiap tahun terutama ketika puncak musim kemarau. Kebakaran Hutan dan Lahan berdampak pada kerusakan lingkungan. Sehingga berdasarkan kejadian – kejadian yang terus berulang tersebut dirasa perlu menjadi pertimbangan untuk melaksanakan Riview kembali tentang Pemetaan Daerah Risiko Bencana sesuai dengan ancaman yang saat ini berkembang. Melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD telah berencana menyusun Riview tersebut namun pada pertengahan Juli 2018 BPBD mendapatkan Bantuan Teknis Penyusunan Kajian Risiko Bencana dari Direktorat Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB untuk melaksanakan Riview Pemetaan Daerah Risiko Bencana. Tidak hanya Kabupaten Probolinggo BPBD daerah lain yang tersebar di Indonesia beberapa juga mendapatkan bantuan tersebut. Namun selain Kabupaten Probolinggo di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo juga mendapatkan bantuan teknis. Sebagai informasi awal yang bersumber dari Tim Penyusun Kajian Riview Pemetaan tersebut bahwa saat ini 6 (enam) ancaman yang sebelumnya ada di Kabupaten Probolinggo bertambah menjadi 9 (sembilan) ancaman meliputi,

  1. Gunung Meletus
  2. Banjir
  3. Banjir Bandang
  4. Tanah Longsor
  5. Gelombang Tinggi dan Abrasi
  6. Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang
  7. Kekeringan
  8. Gempa Bumi
  9. Kebakaran Hutan dan Lahan

Hasil kajian sementara tersebut tentu telah disesuaikan dengan Indeks Risiko Bencana Indonesia terbaru. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD sangat antusias dengan kegiatan tersebut dan berharap kedepan, hasil kajian tersebut dapat bermanfaat terutama dalam mendukung perkembangan daerah. Diinformasikan bahwa hasil Kajian Riview Pemetaan Daerah Risiko Bencana akan diserahkan kepada BPBD Kabupaten Probolinggo pada awal Tahun 2019.

 

Saat ini Bencana bukanlah hal yang luar biasa yang dapat dihindari dengan mudah namun sudah saatnya Kita sebagai masyarakat menyadari bahwa Kita hidup di Wilayah yang rentan terhadap Bencana. Sehingga mulai membentuk paradigma preventif dan menerapkan budaya sadar bencana menjadi hal yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan sehari – hari sebagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana. Selain itu diharapkan dengan budaya sadar bencana mulai dini dapat mengurangi dampak risiko terjadinya bencana di suatu daerah. (pdo/vd)

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo