BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071/

PERINGATAN DINI
  • Waspada Angin Kencang Awal Musim Kemarau! Hidup Sinergi, Menjaga Lingkungan. Gunakan Air Secukupnya! Kenali BAHAYAnya, Kurangi RISIKOnya! Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah, Segera Menjauh Apabila Terpantau Peningkatan Aktivitas Gunung Api! Salam Tangguh Bencana! #SuapUntukSelamat #BudayaSadarBencana

Tercatat 27 KEJADIAN BENCANA Di Kabupaten Probolinggo Dampak Musim Hujan 2018

Tercatat 27 KEJADIAN BENCANA di Kabupaten Probolinggo  Dampak Musim Hujan 2018

PROBOLINGGO – Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) tercatat terdapat 27 kejadian bancana di Kabupaten Probolinggo dampak musim hujan sejak Bulan Januari – Maret 2018. Berikut rincian kejadian bencana dan beberapa kejadian laka yang tercatat dalam laporan Pusdalops PB,

Januari

  • Banjir, 3 Kejadian

            (Desa Dringu, Desa Tambakrejo dan Desa Tongas)

  • Tanah Longsor, 3 Kejadian

            (Desa Sukapura, Desa Wonokerto dan Desa Duren)

  • Angin Kencang, 5 Kejadian

           (Desa Pamatan, Desa Bayeman, Desa Sumberasih, Desa Gending dan Desa Negororejo)

  • Laka Air, 2 Kejadian Korban Meninggal Dunia

           (Perairan Sumberasih dan Dringu)

Februari

  • Banjir, 7 Kejadian

            (Desa Dringu, Desa Sumbersuko, Desa Sumberkedawung, Desa Pajurangan, Desa 

             Sumberklidung dan Desa Andungbiru)

  • Tanah Longsor, 2 Kejadian
  • Angin Kencang, 2 Kejadian
  • Laka Air, 1 Kejadian Korban Meninggal Dunia

Maret

  • Kebakaran Rumah

           (Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu)

  • Banjir Genangan, 1 Kejadian

            (Desa Dringu Kecamatan Dringu)

Kabupaten Probolinggo tercatat dalam urutan 76 pada Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI, 2013), peringkat ini menjadikan Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu kabupaten yang berisiko tingkat tinggi terhadap terjadinya bencana di Indonesia. Sesuai hasil dari Riview Pemetaan Daerah Rawan Bencana Kabupaten Probolinggo Tahun 2016 bahwa Kabupaten Probolinggo berpotensi terjadi 7 bencana meliputi Letusan Gunung Api, Banjir, Tanah Longsor, Abrasi/ROB, Angin Kencang, Kekeringan dan Kebakaran Hutan Lahan.

Morfologi Kabupaten Probolinggo yang terdiri atas dataran tinggi, bebukit, terjal dan dataran rendah yang berbatasan dengan laut menjadikan salah satu latar belakang meningkatnya potensi risiko bencana. Terdapat 2 gunung api aktif yang terdapat di Kabupaten Probolinggo yakni Gunung Api Bromo (Ngadisari, Sukapura) dan Gunung Lamongan (Ranu Agung, Tiris). Potensi terjadi bencana tanah longsor berada di Wilayah Kabupaten Probolinggo bagian selatan seperti di Kecamatan Sukapura, Sumber, Tiris, Kucil, Gading, Pakuniran, Kotaanyar, Paiton dan Maron. Sedangkan potensi banjir terdapat pada daerah yang dilalui oleh 4 sungai besar di Kabupaten Probolinggo yakni Sungai Kedunggaleng, Pancarglagas, Laweyan dan Kertosono.

Potensi abrasi/rob berada di wilayah Kabupaten Probolinggo pesisir pantai bagian utara seperti di Kecamatan Sumberasih, Dringu, Gending, Paiton dan Kraksaan. Kemudian beberapa daerah yang berada di bagian tengah hingga dataran tinggi beberapa berpotensi terjadi kekeringan seperti di Kecamatan Tongas, Tegalsiwalan, Leces, banyuanyar, Tiris, Lumbang dst. Berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo misalnya faktor cuaca dan musim kemarau, jarak sumber air yang relatif jauh, tidak ada presipitasi dan drainase yang baik ketika musim hujan, vegetasi lahan gundul, serta dalamnya lapisan aquifer. Selain itu beberapa daerah tidak memiliki sistem perpipaan yang memadai. Kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi terjadi di Kabupaten Probolinggo hampir setiap tahun ketika musim kemarau kering dengan intensitas kecepatan angin yang relatif tinggi terjadi kebakaran di Savana Gunung Bromo dan Bukit Bentar Kecamatan Gending.

Seiring dengan anomali perubahan cuaca yang fluktuatif dan relatif ekstrim menjadikan beberapa wilayah di Indonesia termasuk Kabupaten Probolinggo kini terdampak beberapa kejadian bencana. Berikut data kejadian bencana sejak tahun 2015 di Kabupaten Probolinggo,

                              Jumlah Kejadian Bencana

    2015

   62

    2016

   58

    2017

   93

    2018

   27 (Update Maret 2018)

 
   

Dampak kejadian bencana di Kabupaten Probolinggo relatif beragam, untungnya sejak kejadian erupsi Gunung Bromo tahun 2015 hingga saat ini hampir tidak terdapat pengungsi pada kejadian bencana di Probolinggo. Namun korban luka ringan hingga meninggal dunia sedapatnya selalu ada setiap terjadi laka air. Selain itu dampak kejadian bencana di Kabupaten Probolinggo juga beragam seperti kerugian material, menghambat aktvitas masyarakat, lingkungan bahkan rusaknya infrastruktur. 

27 Kejadian yang tercatat pada awal tahun 2018 ini juga berdampak pada segi yang sama prosentase dampak kejadian cenderung lebih terhadap penghambat aktivitas masyarakat, kerugian material dan kerusakan infrastruktur. Seperti banjir yang terjadi di Kecamatan Tiris pada awal tahun ini sedikitnya telah merusak 4 jembatan yang menjadi akses satu satunya warga di Desa Andung Biru Kecamatan Tiris. Banjir yang terjadi di Kecamatan Tongas juga telah menjadikan petani mengalami kerugian karena kurang lebih sekitar 100 Ha tanaman padi tergenang banjir dan mengalami kerusakan. Beberapa kejadian angin kencang juga telah merusak beberapa bangunan rumah milih warga serta bangunan sekolah. Kemudian kejadian tanah longsor sedikitnya telah memutuskan akses jalan seperti yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Tiris.

“Bencana bukan sekedar menjadi urusan pemerintah saja juga lembaga usaha dan masyarakat. Paradigma penanggulangan bencana kini telah berkembang dari pada hanya menunggu bantuan sebaiknya sejak dini mulai diterapkan budaya sadar bencana pada masyrakat. Karena budaya sadar bencana akan menciptakan masyarakat yang lebih siap, memiliki pola pikir mitigasi bencana dan menjadikan masyarakat lebih tangguh sehingga ketika terjadi bencana masyrakat akan lebih siap dalam meminimalisir dampaknya “ Pesan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo menyikapi berbagai kejadian bencana di awal tahun ini.

Sejauh ini berbagai upaya telah dilaksanakan oleh BPBD sebagai upaya kesiapsiagaan hingga hari ini masih tersebar peringatan dini melalui aktivasi EWS Banjir yang terletak pada 4 sungai besar di Kabupaten Probolinggo, Simonrain (Sistem Mnitoring Hujan) yang bekerjasama menggunakan database citra radar BMKG, aplikasi e lapor melalui PROSIGAB (Probolinggo Siaga Bencana) dan SMS Blaster berupa pesan singkat peringatan dini yang dikirim pada daerah rawan bencana di Kabupaten Probolinggo. Selain itu bPBD meningkatkan koordinasi dengan OPD, Aparat dan Pihak tekait dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Probolinggo melalui kegiatan rapat koordinasi, pembentukan SKPDB (Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana), aktivasi relawan dan kerja bakti terkait normalisasi sungai, pemasangan rambu peringatan dini maupun kegiatan reboisasi.

 

 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo