BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Tetap Jaga Kesehatan, Gunakan Masker, Jaga Jarak dan Terapkan Protokol Kesehatan dalam Beraktivitas. Selalu Waspada, Gunakan Air Seperlunya - Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!

Tercatat 357 Kejadian Bencana Tersebar Di Kabupaten Probolinggo Sejak Tahun 2016 Hingga 2020

Tercatat 357 Kejadian Bencana Tersebar di Kabupaten Probolinggo Sejak Tahun 2016 Hingga 2020

PROBOLINGGO – Berdasarkan hasil Rekap Data Kejadian Bencana Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) terdapat 357 Kejadian Bencana dalam 5 tahun terakhir yakni sejak Tahun 2016 hingga 11 Agustus 2020. Pada Tahun 2016 terdapat 52 kejadian bencana, Tahun 2017 sebanyak 77 kejadian bencana, Tahun 2018 sebanyak 76 kejadian bencana, Tahun 2019 sebanyak 99 kejadian bencana dan pada Tahun 2020 hingga 11 Agustus 2020 terdapat 68 kejadian bencana. Kejadian bencana angin kencang mendominasi selama 5 tahun terakhir yakni dengan 149 kali kejadian. Kemudian disusul dengan kejadian tanah longsor sebanyak 96 kejadian, 71 kejadian banjir, 27 kejadian kebakaran hutan dan lahan, 4 kejadian kekeringan, 3 kejadian abrasi, 2 kejadian gempa bumi, 1 kejadian erupsi dan 18 kali kejadian laka/ musibah. Kemudian pada awal Tahun 2020 sejak bulan maret tercatat 1 kejadian non alam yakni adanya pandemi Covid-19.  

Intensitas kejadian bencana tertinggi terjadi pada Tahun 2019 yakni dengan kejadian bencana Angin Kencang dan Banjir yang mendominasi. Kemudian Tahun 2017 dengan Angin Kencang dan Tanah Longsor yang mendominasi. Kemudian intensitas kejadian bencana terendah tercatat pada Tahun 2016 dengan bencana Banjir dan Angin Kencang yang mendominasi. Jumlah kejadian bencana tertinggi dalam 5 tahun terjadi di Wilayah Kecamatan Tiris dengan 35 kejadian, Kecamatan Sukapura 33 kejadian, Kecamatan Lumbang 31 kejadian, Kecamatan Gending 30 kejadian dan Kecamatan Tongas 26 kejadian. Sedangkan jumlah kejadian bencana terendah di Wilayah Kecamatan Kuripan dengan 1 kejadian, Kecamatan Besuk 2 kejadian, Kecamatan Kotaanyar 5 kejadian, Kecamatan Banyuanyar 6 kejadian dan Kecamatan Maron 5 kejadian.  

Kejadian bencana alam berdampak pada 923 Rumah Rusak yang meliputi 757 rumah rusak ringan, 96 rusak sedang dan 70 rusak berat serta dampak kejadian banjir telah menggenangi kurang lebih sebanyak 6086 rumah. Selain rumah, 156 fasilitas juga rusak akibat kejadian bencana yang meliputi 20 fasilitas pendidikan, 27 fasilitas umum, 109 infrastruktur serta 32 lain - lain. Selain itu kejadian bencana juga berdampak pada 39 korban yakni 13 korban luka-luka dan 26 korban meninggal dunia akibat laka/musibah dan dampak bencana hidrometeorologi. Selain itu dampak kejadian bencana mengakibatkan 258 Pohon Tumbang dan sebanyak 1.050 Ha Lahan rusak. Dalam 5 tahun terakhir dampak kejadian bencana tertinggi tercatat pada Tahun 2016 dan Tahun 2018.

Kejadian bencana yang terjadi diantaranya merupakan bencana hidrometeorologi yakni kejadian yang tidak terlepas dari faktor pengaruh kondisi hidrologi dan meteorologis. Kemudian pada beberapa titik tanah longsor dimungkinkan terdapat faktor kondisi litologi dan vegetasi yang berpengaruh pada tingkat erosi. Sedangkan faktor penyebab kejadian kekeringan yakni rusaknya infrastruktur, belum optimalnya sarana prasarana serta jauhnya sumber mata air yang berdampak pada krisis air bersih pada masyarakat. Selain itu faktor sosial ekonomi juga berpengaruh yakni kondisi drainase yang kurang baik pada suatu tempat menyebabkan luapan aliran run off tidak mampu tertampung dan berdampak pada terjadinya banjir yang menggenangi permukiman dan menghambat kondisi lalu lintas.

Upaya penanggulangan bencana yang telah dilakukan yakni berkoordinasi dengan pihak terkait, melakukan assessment dan identifikasi dampak kejadian bencana. Distribusi bantuan logistik sesuai dengan kebutuhan dan mengoptimalkan fungsi posko darurat bencana. BPBD menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Memeriksa kondisi struktuk bangunan, membersihkan dan melestarikan lingkungan sekitar serta selalu memantau perkembangan informasi terkait kebencanaan dan peringatan dini khususnya di Wilayah Probolinggo. Tetap menjaga kesehatan dan mulai menerapkan pola hidup new normal sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan, (pb/vd)   

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo