BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Status Gunung Bromo Waspada Level II - Rekomendasi PVMBG Radius Aman 1 Km dari Kawah Gunung Bromo - Waspada Angin Kencang Dampak Musim Pancaroba Menuju Awal Musim Penghujan - Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!

Agustus, Enam Kejadian Enam Titik Panas

Agustus, Enam Kejadian Enam Titik Panas

PROBOLINGGO – Sejak Bulan April di Kabupaten Probolinggo telah mengalami musim kemarau, dengan hari tanpa hujan yang relatif lama. Kejadian bencana pada Bulan Agustus ini rata rata disebabkan karena faktor alam, cuaca dan faktor lain meliputi Angin Kencang, Kebakaran Permukiman, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan. Kejadian angina kencang terjadi di Desa Palangbesi, Kecamatan Lumbang yang menyebabkan rusaknya rumah warga, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Lalu kebakaran permukiman terjadi di SDN Wangkal yang menyebabkan 3 bangunan di area sekolah mengalami rusak berat, menurut keterangan kebakaran terjai diduga akibat konsleting listrik. Kemudian Karhutla terjadi di lereng argopuro, namun menurut keterangan relawan setempat Karhutla terjadi di daerah yang jauh dari permukiman sembari itu Pusdalops PB selalu melaksanakan koordinasi rutin baik dengan relawan maupun masyarakat setempat. Karhutla terpantau padam dengan sendirinya ketika keesokan harinya.   

Tiga kejadian lainnya adalah kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih pada beberapa wilayah. Selain disebabkan karena penurunan volume air sumber mata air dampak musim kemarau panjang, juga banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya kekeringan di Probolinggo. Selain itu berdasarkan hasil pemantauan Pusdalops PB melalui website Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terpantau terdapat 6 titik panas dalam bulan ini. Menurut hasil identifikasi 6 titik panas tersebut bukan kejadian Karhutla namun pembakaran yang sengaja dilakukan oleh masyarakat untuk pembebasan/ pembersihan lahan. Sejauh hasil pemantauan tidak berdampak dan mengganggu masyarakat sekitar.

Kodisi Gunung Bromo pada bulan ini masih berada pada Status Waspada Level II yakni radius aman 1 Km dari Kawah Gunung Bromo. Terpantau tidak ada peningkatan aktivitas tremor, relatinf hanya 0,5 – 1 mm dengan tremor dominan 1 mm. Beberapa kali terpantau tercium bau belerang ringan di Pos PGA namun visual asap putih tipis setinggi rata rata 100 – 300 meter dan terpantau 6 kali Tektonik Jauh. Sedangkan kondisi perairan pada bulan ini relatif normal yakni 0,5 – 1,6 meter dengan kecepatan angina rata rata 28 Knot atau 54 Km/ Jam.

Sedangkan prakiraan musim hujan pada Bulan September termasuk Sangat Rendah (0 – 20 mm) untuk wilayah Probolinggo bagian utara dan timur dan menengah (51- 100 mm) untuk daerah Kecamatan Sukapura dan Sebagian wilayah Kecamatan Sumber. Sedangkan untuk daerah peralihan termasuk Rendah (21 – 50 mm) pada Sebagian wilayah Kecamatan Sumber, Kuripan dan Sukapura. Kemudian menurut BMKG memang pada musim kemarau suhu ketika siang akan terasa sangat panas dan dingin ketika malam hingga dini hari, hal ini merupakan suatu kondisi yang wajar karena bumi melepas energi panas ketika malam tanpa terhalang oleh awan sehingga panas bumi tidak terpantul kembali ketika malam atau dini hari. Namun meskipun di musim kemarau bukan berarti tidak akan terjadi hujan sama sekali karena faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca suatu wilayah disebabkan oleh berbagai faktor meteorologin dan geofisika yang beragam, begitulah menurut informasi dari BMKG. Salam Tangguh Bencana! (vd/pb)

 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo