BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071/

PERINGATAN DINI
  • Waspada Angin Kencang di Musim Kemarau! Kenali BAHAYAnya, Kurangi RISIKOnya! Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah!

BPBD Dalam Kegiatan “Yadnya Kasada” Suku Tengger, Bromo.

BPBD Dalam Kegiatan “Yadnya Kasada” Suku Tengger, Bromo.

PROBOLINGGO – Rabu (20/07/2016) Upacara Yadnya Kasada atau Hari raya besar Suku Tengger Umat Hindu di Kawasan Bromo Tengger Semeru yang di sebut Kasada. Kasada merupakan sebuah Upacara persembahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur yang digelar setiap Bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger, Upacara adat ini digelar di Pura Luhur Poten, tepat di kaki Gunung Bromo, pada tengah malam hingga dini hari. Upacara adat suku Tengger ini bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib yang ada di setiap desa di sekitar Gunung Bromo. Dalam festival ini suku Tengger akan melemparkan sesajen berupa sayuran, ayam, dan bahkan uang ke kawah gunung tersebut. Upacara besar Nyadnya Kasada atau Kasodo yang di adakan pada bulan Agustus-September pada bulan purnama. Asal mula Suku Tengger diambil dari nama belakang Rara Anteng dan Joko Seger. Keduanya membangun pemukiman dan memerintah di kawasan Tengger ini, kemudian menamakannya sebagai Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger atau artinya “Penguasa Tengger yang Budiman”. “Sebelum Upacara Yadnya Kasada Bromo dilangsungkan, calon dukun dan tabib akan menyiapkan beberapa sesaji untuk dipersembahkan dengan cara melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Persembahan sesajen ini dilakukan beberapa hari sebelum upacara Yadnya Kasodo Bromo. Mereka juga harus melalui tes pembacaan mantra terlebih dahulu saat upacara Yadnya Kasada Bromo berlangsung sebelum dinyatakan lulus dan diangkat oleh tetua adat. Peran dukun atau tabib badi suku Tengger sangat kuat karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan masalah yang dialami oleh masyarakatnya,” Ujar Sunarip Yudi Darmanto selaku warga Tengger sendiri.

Keadaan Bromo hingga saat ini masih berfluktuatif, bagi masyarakat Tengger Erupsi Bromo merupakan salah satu kewajaran dalam menyambut Kasada setiap tahun. Suku Tengger yang masih memiliki budaya lokal dengan masyarakat yang awam tentu kesiapsiagaan bencana malah dianggap sebagai suatu tindakan yang “Ngajab” atau menentang alam, padahal melihat kondisi Bromo yang masih berfluktuatif tentu upaya kesiapsiagaan merupakan hal yang cukup penting bagi BPBD untuk menghadapi dampak antisipasi Erupsi Bromo. BPBD Kabupaten Probolinggo menyebarkan beberapa himbauan bagi masyarakat Tengger juga Pengunjung Wisatawan Gunung Bromo untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap berhati hati terutama ketika asap Bromo terlihat mulai pekat diharapkan masyarakat segera menjauh serta menggunakan pelindung. Disisi lain sesuai dengan rekomendasi PVMBG untuk tidak beraktivitas hingga Radius 1 Km dari Kawah Bromo, BPBD Kabupaten Probolinggo juga mendirikan beberapa tenda untuk posko kesehatan dan posko petugas yang berjaga. “ 4 tenda yang didirikan yakni 1 di Watu Wungkuk  dan 3 tenda keluarga di lautan pasir. Begitu juga Mobil Dapur Lapangan yang di siapkan untuk para petugas dan masyarakat” Ujar Kabid Pencegahan dan Kedaruratan Husni Nuruddin S,Sos. BPBD Kabupaten Probolinggo mendampingi kegiatan Kasada berjalan dengan lancar selama 2 hari yakni sejak 20-21 Juli 2016 dengan Kondisi Aman Terkendali. (fika/vd)