BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • WASPADA CUACA FLUKTUATIF ! "Info Cucaca Probolinggo" http://infocuaca.id/probolinggo . STATUS BROMO WASPADA RADIUS AMAN 1 KM !

Evaluasi Cuaca Ekstrim Di Kabupaten Probolinggo

Evaluasi Cuaca Ekstrim di Kabupaten Probolinggo

Senin, 6 Juni 2016 Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Kabupaten Probolinggo seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengarian, PU Cipta Karya, PU Tata Ruang, Dinas Sosial, Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan Keuangan. Dalam evaluasi tersebut membahas tentang berbagai kejadian bencana di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo akibat cuaca ekstrim yang terjadi pada 27 Mei 2016. Cuaca ekstrim yang terjadi secara merata di Kabupaten Probolinggo berdampak pada kejadian bencana yang cukup beragam dan tersebar. Hal tersebut yang melatarbelakangi beberapa daerah terdampak tidak terdata ketika terjadi Cuaca Ekstrim namun beberapa hari kemudian baru terdata setelah berkoordinasi dan adanya laporan dari perangkat desa. Berikut merupakan data terupdate lokasi daerah terdampak akibat Cuaca Ekstrim di Kabupaten Probolinggo:

  1. Kecamatan Kotaanyar,
    • ​​​​Tanah Longsor dan Banjir di Dusun Krajan Desa Tambah Ukir yang menimpa rumah salah seorang warga
  2. Kecamatan Pakuniran
    • Di Desa Patemon Kulon, Tanggul Penahan Tanah (TPT) mengalami longsor akibat Bronjong terkikis dan ambrol dengan ukuran panjang ±25 m, lebar 1 m, tinggi ±5 m. Yang berdampak pada terganggunya akses jalan ke 3 desa yaitu Gunggungan Kidul, Patemon Kulon dan Ranon.
    • Di Desa Alaspandan dapur sebuah rumah roboh, TPT yang berada 1 m dari rumah mengalami kerusakan ± 15 m, serta lahan pertanian sawah terendam air kurang lebih 1 Ha.
    • Di Desa Ranon terjadi longsor yang berdampak pada 5 rumah warga mengalami rusak ringan.
    • Di Desa Bucor Wetan Jembatan di Dusun Gulur rusak ± 10 m
    • Di Desa Gondosuli sebuah TPT roboh disepanjang 10 x 2 m selatan Balai Desa Gondosuli
    • Di Desa Bimo sebuah TPT longsor di sebelah timur rumah Kepala Desa dengan 20 x 5 m
    • Di Desa Sogaan Dawuan Dam Sengon tertimbun pasir dan lumpur, Plengsengan longsor sepanjang 15 m, Plengsengan Irigasi Longsor sepanjangn 20 m
    • Di Desa Bucor Kulon, sebuah Jembatan Putus ± 12 m.
  3. Kecamatan Pajarakan
    • Di Desa Sukokerto sebuah pohon tumbang akibat angin kencang dan menimpa sebuah bangunan berupa gazebo
  4. Kecamatan Gading
    • Di Desa Betek Taman Jembatan tergerus air dengan panjang 2 m lebar 3 m berdampak pada terhambatnya lalu lintas roda 4
    • Di Desa Keben tebing longsor sepanjang 200 m
    • Di Desa Prasi Jembatan rusak tergerus aor sepanjang 3 m berdampk pada terhambatnya lalu lintas
  5. Kecamatan Tongas
    • Desa Tambakrejo, Tongas dengan Intensitas Genangan 30-50 cm ( 73 Rumah tergenang air (Rt/Rw 11/03 sebanyak 5 Rmh, Rt/Rw 12/04 sebanyak 10 Rmh, Rt/Rw 13/04 sebanyak 51 Rmh, Rt/Rw 14/04 sebanyak 7 Rmh), 1 Talud dan 1 TPT 1 tergenang air (1 Talud dengan panjang  8 m dengan tinggi 4/5 m, 1 TPT dengan panjang 20 m dengan tinggi 1,5 m), Plengsengan Ambrol 30 m x 20 m, Pondasi Jembatan di Dusun Wringinan (satu sisi) 15 m x 4 m. 7,2 Ha Lahan Pertanian Jagung dan 0,95 Ha Lahan Pertanian Padi).
    • Desa Tanjungrejo, Tongas dengan Intensitas Genangan 30 – 50 cm. (100 Rumah tergenang air, 17 Lahan Pertanian terendam air)

Evaluasi dilaksanakan sebagai salah satu bentuk upaya koordinasi guna menerapkan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi berbagai wilayah yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrim tersebut. Dalam kegiatan evaluasi tersebut tentu berbagai pihak yang terkait diatas mulai merumuskan tindakan pasca bencana sesuai dengan peranan masing masing mengingat dampak bencana akibat cuaca ekstrim yang terjadi cukup banyak dan butuh kerjasama multisektoral. (pb/vd)