BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Tetap Jaga Kesehatan, Patuhi Himbauan Pemerintah dan Gunakan Masker Ketika Diluar Ruangan - Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!

Hingga 12 Juni 2020, Tercatat Sebanyak 67 Kejadian Bencana Tersebar Di Kabupaten Probolinggo

Hingga 12 Juni 2020, Tercatat Sebanyak 67 Kejadian  Bencana Tersebar di Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO – Berdasarkan hasil Rekap Data Kejadian Bencana Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) terdapat 67 Kejadian Bencana Periode 1 Januari 2020 hingga 12 Juni 2020. Pada tahun ini terdapat 66 kejadian bencana alam dan 1 bencana non alam. Kejadian bencana angin kencang mendominasi yakni dengan 27 kali kejadian. Kemudian disusul dengan kejadian banjir sebanyak 18 kejadian, 14 kejadian tanah longsor, 2 kejadian ROB dan 5 kejadian laka/musibah. Kemudian pada awal tahun ini tercatat 1 kejadian non alam yakni adanya pandemi Covid-19.

Kejadian bencana alam berdampak pada 228 Rumah Rusak yang meliputi 218 rumah rusak ringan, 2 rusak sedang dan 8 rusak berat serta dampak kejadian banjir telah menggenangi kurang lebih sebanyak 3213 rumah. Selain rumah, 35 fasilitas juga rusak akibat kejadian bencana yang meliputi 7 fasilitas pendidikan, 5 fasilitas umum dan 23 infrastruktur. Beberapa kejadian bencana pada awal tahun ini juga berdampak pada 8 korban yakni 2 korban luka-luka dan 6 korban meninggal dunia akibat laka/musibah dan dampak bencana hidrometeorologi. Selain itu dampak kejadian bencana mengakibatkan 19 Pohon Tumbang dan sebanyak 9,5 Lahan Pertanian rusak.

Kejadian bencana yang terjadi diantaranya merupakan bencana hidrometeorologi yakni kejadian yang tidak terlepas dari faktor pengaruh kondisi hidrologi dan meteorologis. Kemudian pada beberapa titik tanah longsor dimungkinkan terdapat faktor kondisi litologi dan vegetasi yang berpengaruh pada tingkat erosi. Selain itu faktor sosial ekonomi juga berpengaruh yakni kondisi drainase yang kurang baik pada suatu tempat menyebabkan luapan aliran run off tidak mampu tertampung dan berdampak pada terjadinya banjir yang menggenangi permukiman dan menghambat kondisi lalu lintas.

Intensitas kejadian bencana tertinggi terjadi pada Bulan Februari yakni sebanyak 30 Kejadian. Kemudian Bulan Januari sebanyak 16 kejadian, 9 kejadian pada bulan mei, 6 kejadian bulan maret dan 5 kejadian bencana pada bulan april. Sedangkan frekuensi kejadian bencana tertinggi terjadi di Wilayah Kecamatan Tongas dengan 8 kejadian, Sukapura 6 kejadian dan Lumbang 5 kejadian. Wilayah Kecamatan Sumberasih, Dringu, Gending dan Pakuniran terdapat 4 kejadian bencana. Kemudian untuk wilayah lain berkisar antara 1 hingga  3 kali kejadian bencana.

Sesuai dengan hasil Rekap Kejadian Bencana, pada awal tahun ini bencana non alam pandemi Covid-19 terpantau mulai berdampak di Kabupaten Probolinggo sejak 10 April 2020 dengan adanya 4 kasus Positif Covid-19. Hingga kini perkembangan situasi Covid-19 di Wilayah Probolinggo berkembang yakni dengan 120 Kasus Positif Covid-19 dengan rincian 18 dirawat, 99 sembuh dan 3 meninggal dunia (Sumber ; Akumulasi Sebaran Covid-19 Kabupaten Probolinggo per 12 Juni 2020 – https://siagacovid19.probolinggokab.go.id).

Upaya penanggulangan bencana yang telah dilakukan yakni berkoordinasi dengan pihak terkait, melakukan assessment dan identifikasi dampak kejadian bencana. Distribusi bantuan logistik sesuai dengan kebutuhan dan mengoptimalkan fungsi posko darurat bencana. BPBD menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Memeriksa kondisi struktuk bangunan, membersihkan dan melestarikan lingkungan sekitar serta selalu memantau perkembangan informasi terkait kebencanaan dan peringatan dini khususnya di Wilayah Probolinggo. Tetap menjaga kesehatan dan mulai menerapkan pola hidup new normal sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan, (pb/vd)   

 

 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo