BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071/

PERINGATAN DINI
  • Waspada Angin Kencang Awal Musim Kemarau! Hidup Sinergi, Menjaga Lingkungan. Gunakan Air Secukupnya! Kenali BAHAYAnya, Kurangi RISIKOnya! Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah, Segera Menjauh Apabila Terpantau Peningkatan Aktivitas Gunung Api! Salam Tangguh Bencana! #SuapUntukSelamat #BudayaSadarBencana

Koordinasi Lintas Wilayah Yang Berpotensi Terdampak Erupsi Gunung Bromo

Koordinasi Lintas Wilayah Yang Berpotensi Terdampak Erupsi Gunung Bromo

PROBOLINGGO – Senin, 14 Mei 2018 Kepala Pelaksana BPBD melaksanakan perjalanan koordinasi 4 wilayah yang menjadi daerah berpotensi terdampak erupsi Gunung Bromo. Perjalanan koordinasi ini melibatkan beberapa pihak diantaranya Taman Nasinal Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pos Pengamat Gunung Api Bromo, BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Malang dan BPBD Kabupaten Lumajang.

Perjalanan dimulai pada senin pagi berawal dengan koordinasi bersama Kepala Pos PGA Bromo, Ahmad Subhan. “Beberapa hari terakhir terekam terjadi peningkatan aktivitas Bromo terpantau visual Bromo belakangan berasap tipis tebal dengan intensitas ketinggian hingga 400 meter dan beberapa kali terekam peningkatan tremor. Namun kondisi peningkatan ini masih dapat dikatakan aman sembari masyarakat tetap waspada dan tidak beraktifitas pada radius 1 Km terutama ketika terpantau terjadi peningkatan aktivitas” Ujarnya.

Gunung Bromo secara geografis berada pada 70 56' 30" LS dan 1120 37' BT sedangkan secara administrasi terletak di Cemoro Lawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura. Ketinggian Gunung Bromo yaitu 2.329 mdpl. Gunung Bromo yang sampai saat ini masih terlihat mengepulkan asap putih setiap saat, menandakan gunung masih aktif. Sepanjang sejarah letusan Gunung Bromo, karakter erupsi bersifat efusif yaitu dan eksplosif dari kawah pusat, setiap kali erupsi menyemburkan abu, pasir, lapilli, dan kadang-kadang melontarkan bongkah lava dan bom vulkanik, kecuali pada kegiatan 1980, pada dasar kawah terbentuk sumbat lava.

Kegiatan Gunung Bromo pada saat ini umumnya berupa hembusan asap putih tipis hingga putih tebal dengan ketinggian sekitar 50 m hingga 100 m dari bibir kawah dengan arah hembusan umumnya berarah barat dan baratlaut. Kondisi hembusan asap Gunung Bromo biasanya meningkat ketika terjadi curah hujan yang tinggi. Hal ini juga berhubungan dengan karakteristik letusannya yang berupa letusan freatik yang merupakan hasil kontak antara magma dengan sistem hidrothermal di tempat tersebut. Letusan Gunung Bromo pada umumnya berupa letusan abu dengan tinggi berkisar 300-3000 m dan letusan terakhir pada tahun 2010 berlangsung hingga berbulan-bulan.

Koordinasi ini dilaksanakan mengingat berdasarkan karakteristiknya erupsi Gunung Bromo terjadi setiap 5 tahun sekali. Sebelumnya terjadi erupsi dengan dampak yang cukup parah pada tahun 2010, selanjutnya 2015-2016 terjadi erupsi namun dampak erupsi masih relatif lebih kecil daripada erupsi tahun 2010. Hingga saat ini status Gunung Bromo Waspada (Level II) dengan radius aman 1 Km dari kawah. Koordinasi dilaksanakan ketika sampai pada Pos Jemplang dan berkoordinasi secara bersama dengan BPBD Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Dalam kegiatan tersebut selain membahas tentang mitigasi erupsi Gunung Bromo dan kesepakatan pelibatan 4 Kabupaten ketika terjadi erupsi.

“Koordinasi merupakan satu hal yang penting, bersykur 4 wilayah dapat berkumpul dan duduk bersama. Selain membahas tentang karakteristik gunung bromo beserta dampaknya dalam pertemuan ini sekaligus kita mampu saling berkoordinasi dan berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah masing masing” Ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo

Pertermuan tersebut berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan dilanjutkan kegiatan safari menuju Kantor BPBD Kabupaten Lumajang melalui jalur Bromo – Lumajang via Ranu Pani. Koordinasi tersebut tidak hanya menghasilkan keterlibatan ketika erupsi namun menginisiasi 4 kabupaten untuk melaksanakan latihan gabungan penguatan kapasitas bagi pelaku penanggulangan bencana. 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo