BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071/

PERINGATAN DINI
  • Waspada Angin Kencang di Musim Kemarau! Kenali BAHAYAnya, Kurangi RISIKOnya! Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah!

Penilaian Destana 2016 Di Wonokerso, Sumber

Penilaian Destana 2016 di Wonokerso, Sumber

Destana merupakan singkatan dari Desa Tangguh Bencana, kegiatan tersebut diprakarsai oleh BNPB sebagai salah satu upaya pembentukan pengurangan resiko bencana yang dimulai dari tingkat desa. Di Tahun 2016 diadakan lomba destana tingkat pratama dengan tim penilai dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu peserta Lomba Destana tahun ini tepatnya di Desa Wonokerso Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo. Berbagai kegiatan sebagai persiapan pelaksanaan destana 2016 salah satunya Kegiatan Sosialisasi Kesiagaan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat pada tanggal 18 Mei 2016. Selanjutnya masyarakat bersama relawan Desa Wonokerso mempersiapkan pemasangan jalur evakuasi melalui pemetaan partisipatif. Pada Kamis, 02 Juni 2016 penilaian destana 2016 dilaksanakan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur yang dibantu oleh BPBD Kabupaten Probolinggo di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber. Segala persiapan berkas administrasi dipersiapkan oleh pemerintah desa dengan bantuan para relawan serta masyarakat sekitar. Rencana Kontingensi, Rencana Aksi Daerah, Peta dan beberapa berkas yang terkait dipersiapkan dengan baik di Desa Wonokerso. Simulasi dan Acara penyambutan Tim Penilai Destana dari BPBD Provinsi Jawa Timur juga telah disusun dengan baik. “ya, walaupun masih dalam bentuk sederhana minimal beberapa berkas sebagai bentuk dokumentasi relawan di Desa Wonokerso sudah mulai dibuat” ujar salah seorang Juri dari BPBD Provinsi Jawa Timur dalam Penilaian Desatana 2016. Relawan penanggulangan bencana di Desa Wonokerso selain dari masyarakat juga mayoritas dari Komunitas Kobar Bromo.   Kobar Bromo merupakan sebuah kelompok tematik masyarakat atau perkumpulan masyarakat yang memiliki kepeduli akan kebencanaan dan memiliki tujuan yang sama yakni berharap mampu mengajak masyarakat untuk bersikap waspada dan peduli akan adanya bencana. Susunan kegiatan ketika Penilaian Destana tahun 2016 dimulai dengan penilaian administrasi di Kantor Desa Wonokerso yang dilanjutkan dengan Pembukaan, Sambutan-sambutan, paparan komunitas Kobar, Penutup dan Simulasi yang dilaksanakan di Balai Desa Wonokerso yakni daerah tertinggi di Desa Wonokerso dengan ketinggian 2214 mdpal. Pemandangan Wonokerso sebagai “ Desa diatas Awan” dengan perjalanan yang cukup jauh dari Pusat Kota Probolinggo menambah semangat Tim Penilai Destana untuk melaksanakan penilaian. Tepat pukul 13.30 WIB Tim Penilai sampai di Desa Wonokerso, beberapa acara telah terlaksana dengan lancar hingga tepat pada pukul 16.00 WIB simulasi kesiagaan masyarakat Desa Wonokerso dalam menghadapi Erupsi Gunung Bromo dilaksanakan. “Antusias masyarakat Desa Wonokerso perlu diacungi jempol” menurut salah satu tim penilai, hampir seluruh masyarakat baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa baik pemerintah daerah maupum komuitas dan relawan hadir untuk melaksanakan simulasi sesuai dengan peran yang telah ditentukan. Dengan sederhananya bersama cara mereka sendiri, simulasi dapat terlaksana dengan lancar dan baik. Sejauh ini mereka belum memiliki sistem peringatan dini (EWS) dengan sebuah teknologi canggih sederhana mereka hanya menggunakan kentongan dan HT sebagai alah komunikasi. Menurut salah seorang koordinator komunitas kobar alasan mengapa mereka mempertahankan peringatan dini secara tradisional adalah karena dikhawatirkan ketika terjadi bencana EWS tidak dapat berfungsi terutama ketika listrik didaerah sana mulai padam. Wajar di Desa diatas Awan kondisi listrik tidak sepenuhnya stabil seringkali padam, mengingat wilayahnya yang cukup jauh dari Pusat Kota dengan morfologi pegunungan dan berbukit. Bahkan untuk jaringan internet saja masih agak sulit terkadang sehingga akan sangat kurang stabil apabila menggunakan sistem EWS dengan teknologi yang ada pada saat ini. Kelangsungan Penilaian Destana 2016 berjalan dengan baik Tim Penilaipun merasa cukup puas melihat antusias warga di Desa Wonokerso mampu memiliki pertahanan tangguh bencana walaupun masih sederhana. (pb/vd)