BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071/

PERINGATAN DINI
  • Waspada Angin Kencang di Musim Kemarau! Kenali BAHAYAnya, Kurangi RISIKOnya! Radius Aman Gunung Bromo 1 Km dari Kawah!

RAPAT KOORDINASI PENYUSUNAN RENCANA KONTINJENSI BENCANA LONGSOR

RAPAT KOORDINASI  PENYUSUNAN RENCANA KONTINJENSI BENCANA LONGSOR

PROBOLINGGO – Tercatat sejak awal tahun 2017 lebih dari 10 Kejadian Bencana Longsor yang terjadi di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan pemberitahuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa pada Bulan Januari hingga Februari merupakan puncak musim penghujan. Kondisi cuaca yang fluktuatif dengan curah hujan yang cukup tinggi serta kondisi struktur tanah yang sudah tidak lagi sempurna menjadi satu penyebab terjadinya longsor selama ini.

Berdasarkan hasil Pemetaan Daerah Risiko Bencana di Kabupaten Probolinggo terdapat 9 Kecamatan yang berpotensi terjadi bencana longsor diantaranya yakni Kecamatan Sukapura, Sumber, Lumbang, Tiris, krucil, Gading, Pakuniran, Kotaanyar dan Maron. Dari 9 kecamatan tersebut, terpantau 5 kecamatan telah terdampak longsor sejak awal tahun 2017 yakni di Kecamatan Sumber, Lumbang, Tiris, Krucil, dan Kotaanyar.  

Dalam kejadian longsor di awal tahun 2017 tidak ada korban, namun dampak secara material dan infrastruktur rusak sedang hingga berat. Kejadian longsor di Kecamatan Lumbang termasuk yang paling parah yakni beruntun hingga 2 kali kejadian. Akses jalur utama menuju Air Terhun Madakaripura tertutup total dan 2 Warung milik warga rusak berat. Selain itu tercatat sebuah batu longsor menimpa teras rumah milik warga dan merusak 1 speda motor. Disisi lain pipa jaringan air di kawasan tersebut rusak berat akibat longsor.

Selain Kecamatan Lumbang, Kecamatan Sumber juga tercatat terjadi longsor yang cukup besar tepatnya di Desa Sumberanom yang menutup akses jalan secara total dan merobohkan pepohonan cemara hingga tidak dapat dilalui selama lebih dari 12 jam. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut namun akses menuju Desa Wonokerso satu satunya terputus akibat kejadian tersebut.

Sejak tahun tahun sebelumnya, terpantau kejadian longsor tidak hanya terjadi satu dua kali di Kabupaten Probolinggo namun relatif cukup sering terutama pada musim hujan. Latar belakang tersebut yang menjadi alasan utama BPBD Kabupaten Probolinggo menyusun Rencana Kontinjensi Bencana. Sebelumnya telah disusun 2 Rencana Kontinjensi yakni Letusan Gunung Api Bromo dan Banjir Sungai Pancarglagas dan Kedungdalem. Pada tahun ini BPBD Kabupaten Probolinggo bermaksud menyusun Rencana Kontinjensi Bencana Longsor.

Kontinjensi adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi. Rencana Kontinjensi adalah suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontinjensi atau yang belum tentu tersebut. Suatu rencana kontinjensi mungkin tidak selalu pernah diaktifkan, jika keadaan yang diperkirakan tidak terjadi. Rencana kontinjensi lahir dari proses perencanaan kontinjensi.

Proses perencanaan tersebut melibatkan sekelompok orang atau organisasi yang bekerjasama secara berkelanjutan untuk merumuskan dan mensepakati tujuan-tujuan bersama, mendefinisikan tanggung jawab dan tindakan-tindakan yang harus diambil oleh masing-masing pihak. Rencana kontijensi disusun dalam tingkat yang dibutuhkan. Perencanaan kontinjensi merupakan pra-syarat bagi tanggap darurat yang cepat dan efektif. Tanpa perencanaan kontinjensi sebelumnya, banyak waktu akan terbuang dalam beberapa hari pertama menanggapi keadaan darurat tersebut. Perencanaan kontinjensi akan membangun kapasitas sebuah organisasi dan harus menjadi dasar bagi rencana operasi dan tanggap darurat.

Rabu, 01 Maret 2017 BPBD Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kontinjensi Longsor bersama Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang terkait, lembaga usaha dan perwakilan masyarakat. Berdasarkan definisi diatas, diharapkan dengan adanya Penyusunan Rencana Kontinjensi Longsor di Kabupaten Probolinggo dapat memberikan pemahaman, komando dan struktur pelaksanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana longsor. Sehingga setiap pihak akan memposisikan diri dalam kegiatan pra, ketika dan pasca bencana. Selain itu diharapkan mampu menjadi suatu upaya yang dapat meminimalisir dampak terjadinya bencana longsor di Kabupaten Probolinggo. 

 

 

PUSDALOPS PB

BPBD KABUPATEN PROBOLINGGO