BPBD Kab. Probolinggo

Jl. Raya Soekarno-Hatta No. 27 Probolinggo Telp. / Fax : (0335) 424071

PERINGATAN DINI
  • Status Gunung Bromo Waspada Level II - Rekomendasi PVMBG Radius Aman 1 Km dari Kawah Gunung Bromo - Waspada Angin Kencang Dampak Musim Pancaroba Menuju Awal Musim Penghujan - Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!

Update Informasi Krisis Air Bersih 23 Dusun, 9 Desa Pada 5 Kecamatan Terdampak Krisis Air Bersih

Update Informasi Krisis Air Bersih  23 Dusun, 9 Desa pada 5 Kecamatan Terdampak Krisis Air bersih

PROBOLINGGO – Musim kemarau yang terjadi sejak Bulan Juli 2019 hingga saat ini menyebabkan beberapa sumber mata air mengalami pengeringan sehingga kebutuhan ar bersih dimasyarakat tidak terpenuhi secara optimal. Pada musim kemarau tahun ini tercatat beberapa daerah melalui pemerintah setempat telah mengajukan permohonan distribusi air bersih kepada BPBD. Berdasarkan hasil identifikasi dan rekap data distribusi air bersih Pusdalops PB sejak 01 Juli hingga 17 September 2019 bahwa diketahui hingga saat ini terdapat 23 Dusun pada 9 Desa 5 Kecamatan terdampak krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo meliputi,

Kecamatan  Tegalsiwalan

  • Desa Tegalsono
  • Desa Gunung Bekel
  • Desa Bulujaran Kidul
  • Desa Bulujaran Lor
  • Desa Malasan Wetan

Kecamatan Tongas

  • Desa Sumberkramat

Kecamatan Bantaran

  • Desa Gunung Tugel

Kecamatan Wonomerto

  • Desa Sumberkare

Kecamatan Banyuanyar

  • Desa Gunung Geni

Distribusi air bersih telah dilakukan sejak 01 Juli 2019 hingga hari ini dan dilaksanakan secara berkala, dalam satu hari sedikitnya 17.000 liter air bersih didistribusikan pada titik titik tertentu menggunakan 3 armada truk tangka air. Sesuai hasil identifikasi hingga saat ini total kurang lebih sebanyan 310.000 liter air telah terdistribusi, yang diperuntukkan bagi sekitar 15.500 jiwa terdampak krisis air bersih yang tersebar pada 9 desa tersebut. Sesuai hasil survey dan kajian yang pernah dibuat bahwa penyebab terjadinya krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain faktor meteorologis pada musim kemarau yang panjang juga beberapa daerah memiliki jarak yang relatif jauh dengan sumber mata air, kemudian didukung pula adanya infrastruktur yang kurang optimal.

Hingga saat ini BPBD melaksanakan koordinasi secara rutin dengan pemerintah desa maupun kecamatan terkait kebutuhan air bersih dan berdiskusi tentang faktor penyebab terjadinya krisis air bersih diwilayah tersebut. Seain itu koordinasi rutin juga dilaksanakan bersama dengan OPD atau Pihak terkait. Hal ini diharapkan mampu menjadi pedoma dalam merencanakan upaya mitigasi dalam jangka panjang baik secara struktural maupun non struktural, sehingga dampak terjadinya krisis ar bersih pada musim kemarau panjang dapat diminimalisir sedini mungkin. (vd/pb)

 

 

 

 

 

Pusdalops PB

BPBD Kabupaten Probolinggo